Paduan Berwisata Anda Saat Mengunjungi Akita

Prefektur Akita berada di arah utara pulau Honshu, menghadap laut Jepang. Bila Anda menemukan Prefektur Akita di peta, akan mudah mengenali Semenanjung Oga sebagai “hidung” yang menonjol dari daratan utama.

Yang menarik dari Akita adalah pesona alamnya yang berubah sesuai musim. Terutama pemandangan bersalju di musim dingin yang menjadi daya tarik Akita. Selain kenampakan alamnya yang memukau, pengunjung juga dapat menikmati budaya khas Akita yang tidak ada di daerah lain seperti hidangan lokal, festival, dan sebagainya.

1. Pegunungan Shirakami-Sanchi

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

 

Shirakami-Sanchi yang melebar hingga Prefektur Akita dan Prefektur Aomori ini tercatat sebagai World Heritage Site pertama di Jepang pada tahun 1993. Meskipun area yang tercatat sebagai World Heritage Site adalah hutan beech purba yang belum tersentuh, area seperti Hutan Edukasi untuk Observasi Alam Daketai, Lembah Mase, dan beberapa area lain memungkinkan pengunjung untuk menikmati hutan beech alami.

Tidak ada salahnya untuk menikmati pemandangan Shirakami-Sanchi sambil menaiki kereta wisata Resort Shirakami dari Stasiun Akita. Penumpang dapat memanjakan diri dengan panorama memukau pegunungan Shirakami-Sanchi atau matahari terbenam di Laut Jepang. Sebagai tambahan, penumpang juga dapat menikmati sake lokal atau kopi yang diseduh dengan menggunakan air alami pegunungan Shirakami-Sanchi melalui layanan kereta.

Pada tahun 2016, kereta Bunahensei yang menggunakan hutan beech sebagai imejnya diluncurkan. Interior kereta ini didominasi oleh kayu cedar Akita berkualitas tinggi dan kayu beech yang menjadi simbolnya. Faktor ini menjadikan Bunahensei tidak hanya nyaman, tapi juga mempunyai desain berkelas dan pastinya membuat penumpang betah selama perjalanan!

Shirakami-Sanchi

Spot Wisata Area Chuo Akita dan Oga

2. Perpustakaan Nakajima di Universitas Internasional Akita

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

Perpustakaan Nakajima merupakan bangunan megah yang dibangun dengan teknik arsitektur traditional menggunakan kayu cedar alami berkualitas tinggi dan cedar Akita. Setiap sudut perpustakaan dibuat dengan memikirkan kepentingan pengunjung, menjadikan tempat ini ruang ideal bagi penyuka buku.

Meja dipasang di bagian belakang rak buku yang berjajar di tangga, dengan maksud agar pengguna dapat berkonsentrasi belajar. Selain itu, pengunjung dapat memilih kursi menyesuaikan tinggi badan sehingga dapat mengurangi kelelahan atau pegal saat duduk terlalu lama. Buku berbahasa Inggris dan buku bergambar pun banyak tersedia, jadi wisatawan mancanegara pun dapat menikmati perpustakaan ini tanpa cemas.

Perpustakaan Nakajima, Universitas Internasional Akita
Alamat: Okutsubakidai 193-2, Yuwatsubakigawa, Akita-shi, Akita-ken

3. Perpustakaan dan Museum Basket Noshiro

Museum Basket

 

Perpustakaan dan Museum Basket Noshiro yang dibuka pada tahun 2012 ini memamerkan gambar, dokumen, dan aksesoris yang berkaitan dengan olahraga basket baik dari dalam maupun luar negeri.

Bukan hanya museum, di Noshiro juga ada Sekolah Teknik Menengah Noshiro yang menjadi almamater mantan pebasket NBA, Yuta Tabuse. Selain Yuta, tidak sedikit pemain kondang lainnya yang berasal dari sekolah yang sama.

Sekolah Teknik Menengah Noshiro ini pun menjadi salah satu model sekolah untuk manga basket populer, “Slam Dunk”. Tampaknya mangaka Takehiko Inoue mengunjungi sekolah ini secara berkala dalam rangka mengumpulkan bahan demi pembuatan manga-nya.

Meskipun museum ini kecil, banyak dari koleksinya yang merupakan benda-benda langka dan bernilai tinggi, lho.

Noshiro Basketball Library and Museum

4. Museum Namahage dan Museum Folklor Oga Shinzan

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

 

Festival Namahage Oga merupakan acara tradisional di mana pemuda setempat mengenakan kostum iblis dan mengunjungi rumah penduduk. Tradisi yang diadakan pada malam tahun baru ini dimaksudkan untuk mendoakan agar warga senantiasa dikaruniai kesehatan dan hasil panen yang melimpah. Festival Namahage ini diakui sebagai Important Intangible Folk Cultural Property pada tahun 1978 dan Intangible Cultural Heritage oleh UNESCO pada tahun 2018.

Walaupun kemunculan iblis bertujuan untuk menghindarkan anak-anak dari kemalasan, festival ini juga mengandung makna perayaan tahun baru. Di Museum Namahage, selain dapat mengambil foto kenang-kenangan dengan mengenakan kostum iblis, pengunjung bisa menonton film yang menyentuh hati tentang bagaimana masyarakat Oga menjaga perayaan Namahage secara turun temurun.

Bersebelahan dengan Museum Namahage adalah reproduksi rumah adat Oga, Museum Folklor Oga Shinzan. Di fasilitas ini pengunjung berkesempatan untuk belajar dan merasakan budaya Namahage secara langsung.

Museum Namahage
Alamat: Mizukuizawa, Kita Urashinzan, Oga-shi, Akita-ken

Museum Folklor Oga Shinzan
Alamat: Mizukuizawa, Kita Urashinzan, Oga-shi, Akita-ken  

5. Akuarium Oga GAO

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

Akuarium Oga GAO berlokasi di sepanjang pantai Semenanjung Oga. Selain lokasinya yang sempurna, wisatawan dapat menyaksikan makhluk hidup yang hanya ada di Prefektur Akita. Yang paling memikat hati tentunya adalah pemandangan akuarium besar bertemakan laut Oga.

Tak kalah menarik, pengunjung juga dapat menikmati pameran ikan air tawar Akita dan spesies yang dilindungi di akuarium ini.

Akuarium Oga GAO
Alamat: Togashiohama, Oga-shi, Akita-ken

Spot Wisata Area Towada, Hachimantai, dan Odate

6. Danau Towada

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

Bunga yamazakura bermekaran, dedaunan hijau yang menyegarkan mata, pepohonan berwarna kuning kemerahan, dan pemandangan berselimut salju sangat tepat untuk menggambarkan keindahan empat musim di Danau Towada yang berada di perbatasan Prefektur Akita dan Aomori. Keindahan Danau Towada juga dapat disaksikan dari ketinggian 631 meter melalui Observatorium Hakkatoge yang berada di arah selatan danau.

Danau Towada memiliki beberapa spot foto populer. Salah satunya adalah Observatorium Shimeitei yang berlokasi tidak jauh dari situ. Di sana, wisatawan dapat mengambil foto danau yang berbentuk hati dilihat dari sisi barat danau.

Danau Towada

7. Museum Anjing Akita

Anjing Akita

 

Banyak yang mengenali anjing Akita dari karakteristik telinga tegak, ekor melingkar, postur tegap, dan perawakannya yang kuat. Museum Anjing Akita dibangun pada tahun 1977 dengan tujuan untuk mempelajari ras anjing Akita.

Dikatakan bahwa anjing Akita berasal dari perkawinan silang antara anjing pemburu dan anjing lokal lebih dari 400 tahun yang lalu ketika adu anjing sedang digandrungi di Kota Odate. Anjing ini lah yang kemudian ditetapkan sebagai monument alam oleh negara pada tahun 1931.

Ada satu lagi acara tradisional terkait dengan anjing di Kota Yuzawa yaitu Festival Inukko. Festival yang diadakan dengan tujuan sebagai proteksi dan pencegah pencurian ini memiliki sejarah lebih dari 400 tahun.

Pada jaman dahulu, ada tradisi untuk membuat jimat berbentuk patung anjing yang disebut “inukko” dari tepung beras untuk dipersembahkan di pintu masuk rumah. Sekarang, inukko dibuat menggunakan salju bersama dengan “odokko” yang berbentuk kuil kecil. Festival ini dirayakan secara meriah dengan kembang api untuk mendoakan anjing peliharaan.

Museum Anjing Akita
Alamat: Sannomaru 13-1, Odate-shi, Akita-ken

Baca Juga : Kamu Harus Kunjungi Luang Prabang Jika Kamu Adalah Traveller Sejati

8. Onsen Nyuto

 Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

 

Desa Onsen Nyuto berlokasi di kaki Gunung Nyuto di Taman Nasional Towada-Hachimantai. Di antara 7 pemandian yang ada, Tsuru no Yu merupakan pemandian dengan sejarah terpanjang. Pada tahun 1638, tuan tanah Akita mengunjungi tempat ini untuk pengobatan onsen.

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

 

Konon katanya, bangunan beratap jerami yang masih tersisa hingga sekarang adalah pekerjaan samurai penjaga saat tuan tanah berkunjung ke onsen. Masing-masing pemandian di Onsen Nyuto ini memiliki sumber airnya sendiri dan kabar baiknya, Anda bisa berkeliling 7 onsen dengan tiket tur onsen seharga 1.800 yen. Berendam di Onsen Nyuto yang dikelilingi oleh hutan purba beech tentunya akan menjadi pengalaman yang mengesankan.

Onsen Nyuto

9. Gunung Moriyoshi yang Berselimut Salju

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

 

Gunung Moriyoshi merupakan satu dari seratus gunung yang terkenal akan pemandangan berbunganya. Namun sebetulnya, pada musim dingin pun gunung ini menyajikan penampakan pohon Aomori todomatsu berselimut salju yang tak kalah menakjubkan.

Untuk mencapai Gunung Moriyoshi, Anda perlu mengambil jalur Akita Inland Line dan turun di Stasiun Aniai, kemudian dilanjutkan dengan taksi kurang lebih 20 menit. Dari Arena Ski Aniai, naiki gondola untuk menuju puncak gunung dan Anda akan sampai di tujuan setelah berjalan sekitar 3-5 menit. Bagi Anda penggemar olahraga ski, tentunya tantangan melaju di sela-sela pepohonan bersalju Gunung Moriyoshi tidak bisa dilewatkan!

Gunung Moriyoshi

Spot Wisata Area Danau Tazawa, Kakunodate, dan Daisen

10. Danau Tazawa

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

 

Dengan kedalaman mencapai 423,4 meter, Danau Tazawa menjadi danau terdalam di Jepang. Sinar matahari direfleksikan dengan warna berbeda sesuai dengan tingkat kedalamannya, menciptakan variasi warna biru yang memukau di permukaan. Di danau ini terdapat sebuah legenda tentang Putri Tatsuko, yang dikatakan meminum air gunung untuk mendapatkan kecantikan abadi dan berubah menjadi naga. Hingga sekarang, cerita ini masih ada dan Putri Tatsuko yang menjadi naga ini dipercaya sebagai penghuni Danau Tazawa.

Patung perunggu Putri Tatsuko bisa ditemui di tepi danau di Katajiri, Saimyoji, Desa Nishiki, Kota Semboku. Patung ini juga bisa dilihat dalam rute kapal wisata dari Tazawa Rest House yang berada di sisi timur danau atau dengan menyewa sepeda untuk berkeliling area ini.

Danau Tazawa
Alamat: Sako, Tazawa Kokata, Semboku-shi, Akita-ken 014-1203

11. Jalan Bukeyashiki, Kakunodate

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

 

Pada masa lalu, samurai merupakan pegawai pemerintah yang menangani urusan militer di Jepang. Bukeyashiki sendiri merujuk pada kediaman para pegawai pemerintah ini. Bukeyashiki yang berjajar di Kakunodate, Kota Semboku ini sekarang tercatat sebagai Properti Kebudayaan dalam kelompok bangunan tradisional Jepang.

Oleh karena banyaknya kebakaran yang terjadi, pada tahun 1620 dibuat hiyokechi (※2) yang membagi bagian utara dan selatan. Bagian utara kota yang disebut Uchimachi dihuni oleh kaum samurai sedangkan bagian selatan, Tomachi, didiami oleh pedagang. Tepian jalan ditanami pohon shidarezakura sehingga jalanan ini menjadi ramai oleh penikmat hanami pada musim semi.

Pohon-pohon sakura itu, ditambah dengan sakura Somei-Yoshino yang tumbuh di Taman Hinokinai-gawa zutsumi yang bersebelahan dengan Bukeyashiki, menjadikan total pohon sakura yang mekar di kota mencapai hampir 1500 pohon.

※2. Hiyokechi: sebidang tanah kosong untuk mencegah api merambat bila terjadi kebakaran.

Bukeyashiki Kakunodate 

12.Ngarai Dakigaeri

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

 

Dari Stasiun Jindai di Kota Semboku, Anda bisa menaiki taksi selama kurang lebih 5 menit untuk tiba di Ngarai Dakigaeri. Panjang ngarai ini mencapai 10 km dan melewati Sungai Tama yang mengalir di antara Danau Tazawa dan Kakunodate.

Nama “Dakigaeri” terdiri dari dua kata, yaitu “daki” atau “daku” yang dalam bahasa Jepang berarti “memeluk” dan “kaeri” yang berarti “membalikkan badan”. Konon katanya, nama “Dakigaeri” ini merujuk pada orang yang berpapasan jalan dan harus berdempetan agar bisa lewat.

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

 

Terdapat beberapa lokasi yang menawarkan pemandangan terbaik, di antaranya ialah Kami no Iwahashi yang merupakan jembatan gantung tertua di Akita dan Air Terjun Mikaeri yang panoramanya mencuri perhatian. Jalan ini akan ditutup pada musim dingin jadi sebaiknya berhati-hati dalam merencanakan bepergian kemari.

Tempat ini dapat dicapai dalam 15 menit dengan taksi dari Stasiun Kakunodate yang populer akan Bukeyashiki-nya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya memasukkan Ngarai Dakigaeri dalam rute tur Kakunodate Anda.

Ngarai Dakigaeri
Alamat: Tawazako Sotsuda, Semboku-shi, Akita-ken GoogleMap
Situs

13. Akita Inland Line

 Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

 

Jalur Akita Inland Line adalah jalur lokal yang melaju dari Stasiun Kakunodate hingga Stasiun Takanosu di Kota Kitaakita. Jalur ini memakan waktu kurang lebih 2,5 jam sekali jalan. Kereta mengawali perjalanan dari tanah sakura, Kakunodate, sebagai garis awal dan menjanjikan panorama cantik di sepanjang jalur.

Panduan Wisata Akita Lengkap! 13 Spot Wisata Rekomendasi

 

Wisata yang identik dengan musim panas di Akita tentunya ialah Tanbo Art. Sawah yang ditanami dengan variasi bibit berwarna untuk menghasilkan seni ini tersebar di beberapa tempat yang dapat dilihat dari dalam kereta. Pada musim gugur, pemandangan menakjubkan dedaunan yang berubah warna dapat dinikmati dari Stasiun Okashinai hingga Stasiun Kayakusa.

Titik persinggahan ada di Stasiun Aniai. Dari sini, taksi wisata dan bus lokal akan membawa Anda menuju Gunung Moriyoshi di mana Anda dapat menikmati tanaman dataran tinggi dan dedaunan musim gugur. Pada musim dingin, direkomendasikan untuk menaiki gondola dan menyaksikan pepohonan berselimut salju. Di Stasiun Ani-Maeda terdapat penginapan onsen yang menerima tamu baik yang bermalam atau hanya sekadar mengunjungi onsen.

Baca Juga : Brunei Darussalam Dengan Keindahan Kotanya Yang Menabjukan