Jangan Lupa Mengunjungi Prefektur Nara Saat Kamu Berkesempatan Ke Jepang

Prefektur Nara berbatasan langsung dengan daerah-daerah wisata, yaitu Prefektur Osaka dan Prefektur Kyoto. Meskipun Prefektur Nara masih kurang terkenal sebagai daerah wisata, ternyata prefektur ini memiliki sejarah yang lebih panjang jika dibandingan dengan dua prefektur tetangganya, lho!

Di Nara ada 2 kota besar yang pernah dijadikan sebagai ibu kota Jepang zaman dahulu, yaitu Fujiwara-kyo (dibangun pada tahun 694) dan Heijo-kyo (dibangun pada tahun 710). Saat Fujiwara-kyo menjadi ibu kota, kota ini berkembang sebagai titik akhir dari jalur perdagangan Silk Route yang kental dengan suasana internasional dan ada banyak bangunan yang menjadi peninggalan sejarah nasional.

Oleh sebab itulah, Nara memiliki cukup banyak tempat wisata bersejarah berupa kuil Buddha dan kuil Shinto yang patut untuk dikunjungi, seperti Daibutsu (patung Buddha raksasa), Kuil Horyuji yang merupakan bangunan kayu tertua di Jepang, dan tempat-tempat lainnya. Tidak sedikit bangunan atau lokasi yang juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, lho! Selain itu, banyak pula pengunjung yang datang ke Nara untuk melihat pameran Shosoin yang digelar setiap musim gugur. Dalam pameran tersebut, pengunjung bisa melihat barang-barang penting peninggalan zaman dulu yang dipamerkan secara bergantian tiap tahunnya.

Ada yang mengatakan, “Jika menggali tanah Nara pasti akan menemukan sesuatu”. Hal ini karena masih ada banyak peninggalan kuno lain di Nara yang masih belum ditemukan hingga saat ini.

Pada artikel kali ini, kami akan memperkenalkan berbagai tempat lokasi wisata di Nara yang penuh dengan suasana bersejarah dan juga alam yang indah. Yuk, simak selengkapnya di sini!

1. Kuil Todaiji

Kuil Todaiji adalah kuil Buddha yang dibangun pada abad ke-8 dan terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kuil ini terdiri dari beberapa bangunan, seperti Daibutsu-den (Hall of the Great Buddha) yang juga merupakan bangunan kayu terbesar di dunia, Hokke-do Hall dengan deretan pahatan yang menakjubkan, Nigatsu-do Hall yang menjadi tempat pelaksanan “omizutori” (water drawing) saat musim semi di Nara, dan beberapa bangunan lainnya. Anda juga bisa melihat pemandangan Kota Nara dari area bangunan Nigatsu-do Hall, lho. Saksikan langsung kemegahan patung Buddha raksasa di dalam Daibutsu-den dan juga patung Kongorikishi (dewa penjaga) yang ada di gerbang kuil selatan saat Anda berkunjung ke sini, ya!

Alamat: 406-1 Zoshicho, Nara-shi, Nara-ken

2. Kuil Horyuji

Kuil Horyuji dibangun pada abad ke-7 dan terkenal sebagai bangunan kayu tertua di dunia. Kuil yang juga terdafatar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini terbagi menjadi 2 area kuil, yaitu Saiin Garan (area sekitar bangunan Goju-no-To atau pagoda 5 tingkat dan Kondo Hall) dan Toin Garan (area sekitar Yume-den Hall).

Kuil Horyuji: 1-1 Horyuji Sannai Ikaruga-cho, Ikoma-gun, Nara-ken

3. Taman Nara

Di dalam area Taman Nara yang sangat luas ini terdapat Kuil Todaiji, Kuil Kasuga Taisha, Kuil Kofukuji, dan Kuil Shosoin yang terdaftar sebagai kuil-kuil Warisan Budaya Dunia UNESCO. Tidak hanya itu saja, ada juga Ukimi-do Hall dan Taman Asajigahara yang memiliki pemandangan indah, serta tempat-tempat wisata lainnya, seperti Nara National Museum. Sepertinya 1 hari saja tidak akan cukup untuk berkeliling saking banyaknya tempat wisata di area Taman Nara ini. Di bagian timur Taman Nara dengan latar Gunung Wakakusayama, Anda juga bisa menemukan jalur untuk berjalan-jalan santai di hutan Kasugayama yang menjadi area sakral Kuil Kasuga Taisha.

Nah, bicara tentang Taman Nara tentu tidak akan terlepas dari kehadiran para rusa yang hidup di area taman. Jumlah rusa-rusa tersebut tenyata lebih dari 1.000 ekor, lho! Ada beberapa acara terkait dengan rusa yang terkenal di kalangan para wisatawan, seperti “shikayose”, yaitu membunyikan terompet untuk menggiring rusa ke tepi jalan pada musim panas dan “tsunokiri”, yaitu pemotongan tanduk rusa yang dilakukan pada musim gugur.

Alamat: 469 Zoshicho, Nara-shi, Nara-ken

4. Nishinokyo: Kuil Yakushiji dan Kuil Toshodaiji

Kuil Yakushiji adalah kuil Buddha yang dibangun pada abad ke-7 yang kemudian dipindahkan letaknya pada abad ke-8. Di dalam area kuil ini terdapat 8 bangunan, yaitu Kondo Hall, Daikodo Hall, Toto (pagoda timur) dan Saito (pagoda barat), serta bangunan-bangunan lainnya. Warna merah vermilion pada tiang bangunan dan bagian-bagian lainnya begitu menarik perhatian.

Hanya berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki ke arah utara dari Kuil Yakushiji, Anda akan sampai di Kuil Toshodaiji. Kuil Toshodaiji berawal dari sebuah kediaman seorang biksu dari China bernama Ganjin yang datang ke Jepang dan menghabiskan waktunya di Kuil Todaiji selama 5 tahun. Awalnya beliau menggunakan kediamannya sebagai tempat mengajar ajaran Buddha. Kemudian para pengikutnya mengumpulkan donasi untuk membangun Kodo (aula belajar) dan Kondo (aula utama) sementara.
Setelah Ganjin wafat, bangunan-bangunan lain seperti Kondo dan pagoda timur (hancur karena sambaran petir) pun mulai didirikan. Pada akhir abad ke-8 proses pembangunan selesai dan jadilah Kuil Toshodaiji seperti yang ada saat ini. Di antara bangunan-bangunan yang ada, bangunan Kondo (aula utama) ternyata masih menggunakan struktur bangunan awal dan menjadi salah satu bangunan yang berharga. Baik Kuil Yakushiji ataupun Kuil Toshodaiji ini terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, lho! Jangan lupa untuk datang ke sini saat sedang berlibur di Nara, ya!

Kuil Yakushiji: 457 Nishinokyocho, Nara-shi, Nara-ken

Kuil Toshodaiji: 13-46 Gojocho, Nara-shi, Nara-ken

5. Kuil Kasuga Taisha

Sejarah Kuil Kasuga Taisha dimulai dari kisah Tuan Fujiwara, orang yang mengadakan ritual agama untuk melindungi Heijo-kyo (ibu kota pada masa itu), mendatangkan dewa ke Gunung Mikasa yang dahulu dipercaya tidak dihuni oleh satu pun dewa-dewi. Alasan mengapa tiang bangunan berwarna merah vermilion, dinding putih, dan bentuk atapnya tidak berubah sejak zaman dahulu adalah adanya proses shikinen zotai, yaitu pembangunan kuil kembali secara keseluruhan setiap 20 tahun sekali. Kuil ini juga termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Koridor dan lampion gantung berwarna merah vermilion memberi kesan yang kuat bagi pengunjung. Untuk informasi lebih lanjut tentang Kuil Kasuga Taisha, silakan cek artikel Kuil Kasuga Taisha, Buka Area Terlarang Setelah 140 Tahun ini, ya!

Alamat: 160 Kasuganocho, Nara-shi, Nara-ken

Baca Juga : Daftar Tempat Wisata Yang Perlu Kamu Kunjungi Saat Berleibur Di Sendai

6. Heijo-kyo, Peninggalan Pemerintahan Ibu Kota Zaman Dahulu

Peninggalan kastil dari pemerintahan ibu kota Jepang zaman dahulu telah direkonstruksi dan dapat Anda lihat di dalam area Heijo-kyo. Bangunan-bangunan yang direkonstruksi adalah Daigokuden Hall (State Council Hall), Gerbang Suzakumon, dan Taman Toin-teien. Selain itu, ada juga bangunan untuk menyimpan arsip-arsip tentang Heijo-kyo dan proses rekonstruksinya, yaitu Heijo Palace Site Museum dan Information Center for Reconstruction Project, serta Excavation Site Exhibition Hall. Anda bisa merasakan suasana zaman dahulu di situs yang juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini.

Alamat: Sakicho, Nara-shi, Nara-ken

7. Patung Miroku Bosatsu di Kuil Chuguji

Di Kuil Chuguji yang letaknya berdekatan dengan Kuil Horyuji ini terdapat patung Miroku Bosatsu yang terbuat dari kayu. Pantung berupa bodhisattva duduk dengan kaki kanan diletakkan di atas dengkul kiri dan tangan yang menyentuh pipi ini mengingatkan orang-orang pada patung “Si Pemikir”karya François-Auguste-René Rodin, hingga disebut juga sebagai “Penyair dari Timur”. Lalu senyum yang terpahat di wajah sang patung pun dikenal sebagai “archaic smile” atau senyum khas zaman dahulu. Patung kayu yang dibuat dengan teknik pahatan unik ini juga disebut-sebut sebagai hasil karya pahatan kayu terbaik pada masanya.

Alamat: 1 Chome-1-2 Horyujikita, Ikarugacho, Ikoma-gun, Nara-ken

8. Gunung Yoshino

Gunung Yoshino terkenal sebagai salah satu spot terbaik untuk melihat bunga sakura mekar. Ada sekitar 30.000 batang pohon dari 200 jenis sakura yang akan mekar dengan indahnya di saat musim semi. Saking banyaknya pohon sakura yang ada, sampai-sampai muncul istilah “hitome senbon” yang artinya bisa melihat 1.000 pohon sakura dalam satu pandangan. Wah, pasti pemandangannya sangat menakjubkan, ya!

Nah, berdasarkan waktu mekar bunga sakura, Gunung Yoshino ini terbagi menjadi 4 area, yaitu shimosenbon (area bawah), nakasenbon (area tengah), kamisenbon (area atas), dan okusenbon (area dalam). Sakura akan mulai mekar dari area shimosenbon dan mulai naik hingga ke area okusenbon. Oleh sebab itulah, pemandangan sakura mekar di Gunung Yoshino bisa dinikmati dalam waktu yang cukup lama.

Saat musim panas, jangan lewatkan berbagai festival seru yang diadakan di wilayah ini, seperti kaerutobi gyoji (kompetisi lompat kodok), Festival Tanabata, dan Yoshino Cherry Lantern Festival. Lalu saat musim gugur, Anda bisa naik ropeway untuk melihat pemandangan khas musim gugur yang indah. Di musim dingin area sekitar Gunung Yoshino akan diselimuti salju. Pada tanggal 4 Februari selama Festival Setsubun di musim semi berlangsung, Anda bisa melihat oni (raksasa) yang berkeliaran di jalanan kota.

Alamat: Yoshinoyama, Yoshino-cho, Yoshino-gun, Nara-ken

9. Ishibutai Kofun

Ishibutai Kofun yang ada di Desa Asukamura ini adalah kofun (makam) yang pada awalnya berupa gundukan tanah. Namun, gundukan tanah tersebut hancur dan menyisakan pondasi kofun yang terbuat dari batu. Kofun yang ada di desa ini dipercayai sebagai makam Soga-no-Umako, salah seorang pemegang kekuasaan di Nara pada zaman dahulu. Bebatuan yang berjumlah sekitar 30 buah ini memiliki berat total sekitar 2.300 ton dengan berat batu yang menjadi atap kofun mencapai 77 ton, lho! Bisa Anda bayangkan bagaimana teknologi pembangunan dan transportasi pada masa itu berkembang dengan sangat pesatnya? Jika Anda berkunjung ke Asuka Historical Park, jangan lupa untuk datang dan melihat langsung kofun yang luar biasa ini, ya!

Alamat: 254 Shimasho, Asukamura, Takaichi-gun, Nara-ken

10. Naramachi

Naramachi yang berpusat pada area bekas bangunan Kuil Gangoji ini secara resmi dikenal sebagai Naramachi Urban Landscape Formation Area. Kuil Gangoji sebagai salah satu kuil yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini memiliki sebagian genteng yang masih berasal dari bangunan aslinya zaman dahulu dan disebut-sebut sebagai genteng tertua di Jepang.

Di Naramachi Koshi-no-ie house, pengunjung tidak hanya bisa melihat struktur rumah yang sempit dan memanjang saja, tetapi juga bisa merasakan suasana kehidupan pada zaman Edo di Nara. Selain itu, ada juga kafe, toko barang sehari-hari, serta beberapa studio kerajinan yang bisa Anda kunjungi untuk berbelanja dan mencoba berbagai kegiatan workshop.

Ketika berjalan-jalan di area Naramachi, Anda akan menemukan boneka berwarna merah tergantung di atap-atap rumah. Ini adalah boneka monyet merah dari Kuil Koshin-do di Naramachi yang dipercaya untuk menghalau musibah kebakaran.

Naramachi Information Center: 21 Chuincho, Nara-shi, Nara-ken

Baca Juga : Tempat Tujuan Para Turis Saat Berkunjung Ke Kagoshima